Kamis, 11 April 2019

Audrey Di-bully 12 Siswi SMA, Prilly Latuconsina Langsung Hubungi UNICEF

Sempat bekerja sama dengan United Nations Children's Fund (UNICEF) Indonesia untuk kampanyekan anti bully, Prilly Latuconsina syok saat mendengar kasus perundungan yang menimpa Audrey. Tak tinggal diam, Prilly langsung menghubungi pihak UNICEF Indonesia.
"Barusan banget aku berhubungan dengan UNICEF Indonesia. Aku tanya gimana tanggapannya dan apa yang harus aku lakukan. Karena menghadapi kasus ini, kita enggak boleh emosi dan marah-marah juga," ujar Prilly di Setiabudi, Jakarta Selatan.
Prilly sendiri mengaku sempat marah saat melihat wajah si pelaku. Ia bahkan sampai menangis melihat aksi para pelaku ber-selfie ria seakan tak berdosa sama sekali.
"Ya Allah, marah banget sumpah. Aku marah, bahkan nangis, ngelihat mereka boomerang. Di mana urat malunya? Masih enggak tahu kenapa itu orang bisa boomerang-an dengan sangat bahagianya di kantor polisi. Tapi aku belum bisa komentar, karena faktanya juga masih simpang siur," tutur kekasih Maxime Bouttier itu.
Muncul wacana jika kasus tersebut akan diselesaikan secara damai, Prilly tegas menentangnya. Menurutnya, meski pelakunya di bawah umur, hukum tetap harus ditegakkan.
"Enggak bisa damai dan dilepas. Karena kalau kayak gitu, itu malah akan memancing bulliers di luar sana. Damai dalam bentuk dilepas gitu, 100 persen saya enggak setuju dan saya akan menentang itu," tegasnya.
"Kalau bukan hukuman pidana karena di bawah umur, tapi paling enggak ada hukuman yang tegas. Paling damai sih hukumannya si pelaku dipenjara. Kalau enggak, dia ditaruh di sebuah shelter dan dapat terapi dari psikolog biar dapat efek jera," tandas Prilly.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar