Minggu, 14 April 2019

Mata Tak Bisa Melihat, Mus Mulyadi Nekat Suntik Insulin Sendiri

Mata Mus Mulyadi tak bisa melihat karena penyakit diabetes. Namun ia nekat melakukan suntik insulin sendiri, hingga gula darahnya tinggi diduga karena obat tak masuk ke dalam tubuhnya.
Penyanyi keroncong itu lalu dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Dua hari diopname, Mus dinyatakan meninggal dunia pada Kamis .
“Dua hari lalu masuk Rumah Sakit Pondok Indah, saya nggak sempat ke sana. Tadi malam baru sempat ke sana, itu keadaanya masih oke, maksudnya tuh gulanya sudah turun, sampai ke angka 190 lah. Tadinya kan nggak terdeteksi, pas pertama masuk itu nggak terdeteksi karena terlalu tinggi. Ternyata anu, penyebabnya karena dia kan suntik insulin, dia suntik sendiri sedangkan dia nggak lihat. Matanya sudah nggak lihat,” cerita Mus Mujiono, adik Mus Mulyadi, saat ditemui di Rumah Duka Rumah Sakit Dharmais, Jakarta Barat, Kamis (11/4).
“Takutnya nggak masuk obatnya. Pas sebelum masuk rumah sakit itu. Sebelum makan kan harus nyuntik, dia nyuntik sendiri, mungkin nggak masuk obatnya. Makannya gulanya langsung tinggi naik, sampai colabs lemas dibawa ke rumah sakit. Dibawa ke rumah sakit netralisir sampai tadi malam terakhir saya tengok gulanya sudah jadi 180. Kata dokter bilang atau kata Erick (anak Mus Mulyadi) bilang mau pindah kamar om, oh ya bagus kalau gitu. Saya pikir berarti sudah hampir netral, sudah hampir normal. Saya ke sini lagi mudah-mudahan besok kondisinya sudah sehat dan besok bisa pulang. Harapan saya pas ke sana itu sudah baik. Jadi saya sudah berbesar hati, maksudnya sudah mengharapkan dia sudah aktif lagi. Sudah aktifitas lagi. Saya juga masih sakit sebetulnya, saya jadi tinggal dulu balik, saya pamitan, balik dulu ya, oh iya,iya, terima kasih, tinggal netralisir saja kok. Oksigen masih terpasang, terus infus masih terpasang itu, menghidari sesak napas saja, biar napas ya nggak terlalu berat,” lanjutnya.
Mus Mujiono pulang ke rumah dengan perasaan tenang. Tak ada firasat yang ia rasakan, hingga akhirnya sang keponakan meneleponnya sambil menangis. Lantas, adakah pesan terakhir yang disampaikan Mus Mulyadi sebelum menutup mata?
“Nggak ada, makanya saya juga tadi malam nggak berasa dan nggak ada tanda-tanda. Bayangan saya kemarin bisa pulang besok, normal, lusa sudah bisa pulang,” tandasnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar